Sabtu, 28 November 2015

Peran pemimpin dalam perubahan



       Pada kali ini saya akan menulis essay yang berjudul peran pemimpin dalam perubahan. Essay ini saya tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah kepemimpinan. Maaf apabila masih ada ketidaksempurnaan kata – kata maupun dalam penulisan.
          Pada awalnya perubahan itu sendiri dipengaruhi oleh sang pemimpin. Dan didalam pemimpin itu sendiri terdapat beberapa devinisi yang dapat dijelaskan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ‘monodualis’ yang artinya manusia mempunyai kapasitas sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia memiliki kemampuan bahkan kebebasan untuk berfikir, menentukan pilihan hidupnya dan melakukan sesuatunya dengan sendiri. Sedangkan dengan makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan eksistensi individu yang lain dalam kehidupannya.
            Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
            Sedangkan pengertian pemimpin ini berbeda pula dengan istilah kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.Apabila menurut saya, kepemimpinan ini harus dimiliki oleh setiap pemimpin untuk memimpin seluruh anggotanya. Pemimpin bukan hanya menjadi atasan akan tetapi juga bertugas dan berkewajiban untuk mengayomi staf anggotanya.
            Sebagai seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang hebat untuk untuk memberikan inspirasi dan juga motivasi kepada anggotanyanya. Dengan memberikan motivasi dan juga inspirasi kepada anggotanya maka mereka akan menjadi bersemangat dengan perubahan yang baru. Hal ini membuat setiap anggota menyadari bahwa dengan adanya perubahan itu menjadi sangat penting untuk mengubah hal – hal yang lama menjadi hal – hal yang baru sesuai dengan tuntutan zaman.
            Seorang pemimpin harus bisa mengajak dan menggandeng setiap hati dan pikiran untuk berpikir dan bertindak agar lebih semangat demi meningkatkan semua potensi dalam organisasinya. Potensi ini akan berjalan dengan maksimal dengan cara mengubah hal – hal yang sifatnya menghambat menjadi lebih maju dalam organisasi.
            Pola berpikir yang lebih sederhana akan mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin dan pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan bermanfaat.
Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik.
            Selain itu pemikiran seorang pemimpin juga menggunakan pola pikir yang sederhana tetapi jelas sehingga dapat menemukan sebuah inovasi – inovasi baru dalam sebuah pekerjaan. Pengertian inovasi itu sendiri adalah proses menemukan, memperkenalkan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru. Konsep kebaruan ini basanya bersifat relatif. Artinya, apa yang dianggap baru oleh seorang pemimpin bisa saja merupakan sesuatu yang lama bagi orang lain. Inovasi ini berkaitan dnegan ide-ide baru yang bermanfaat. Sifat baru dari inovasi tidak akan berarti apa –apa jika tidak diikuti dengan nilai kemanfaatan yang ada.
            Dengan adanya inovasi maka tidak akan lengkap apabila tidak disertai dengan kretivitas seorang pemimpin. Kreatifitas menunjukkan bahwa ketika suatu lingkungan kerja yang menfasilitasi ide, berbagi pengetahuan dan pemecahannya, anggota dalam organisasi maka akan lebih mungkin untuk menghasilkan ide – ide yang kreatif. Menurut saya, kreatifitas itu sendiri wajib dimiliki oleh seorang pemimpin karena hal ini dapat mementukan keberhasilah suatu organisasi. Kreatifitas yang saya maksud ini adalah ide – ide segar yang keluar dari pemimpin itu sendiri.
            Seorang pemimpin harus bisa menuntun dan membimbing anggotanya untuk ikut melakukan tindakan – tindakan yang membantu organisasi. Tindakan ini berfokus pada peningkatan kinerja dan kemampuan untuk mengatasi perubahan yang tidak pasti bagaimana keadaanya.

Dengan demikian maka seorang pemimpin harus memiliki suatu kreatifitas, inovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu yang tidak kalah pentingnya juga adalah seorang pemimpin harus memiliki pola pikir yang cerdas sehingga dapat menemuka ide –ide baru yang segar agar dapat mencapai suatu perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

REFERENSI
Ulum, M Chazienul. 2012. Leadership Dinamika Teori Pendekatan dan Isu Strategis   Kepemimpinan di Sektor Publik. Malang: Universitas Brawijaya Press.