Pada kali
ini saya akan menulis essay yang berjudul peran pemimpin dalam perubahan. Essay
ini saya tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah kepemimpinan. Maaf apabila
masih ada ketidaksempurnaan kata – kata maupun dalam penulisan.
Pada awalnya
perubahan itu sendiri dipengaruhi oleh sang pemimpin. Dan didalam pemimpin itu
sendiri terdapat beberapa devinisi yang dapat dijelaskan. Pada dasarnya manusia
adalah makhluk ‘monodualis’ yang artinya manusia mempunyai kapasitas sebagai
makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia
memiliki kemampuan bahkan kebebasan untuk berfikir, menentukan pilihan hidupnya
dan melakukan sesuatunya dengan sendiri. Sedangkan dengan makhluk sosial,
manusia selalu membutuhkan eksistensi individu yang lain dalam kehidupannya.
Dalam bahasa Indonesia
"pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina,
panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja,
tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks
hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi
orang lain dengan berbagai cara. Istilah
pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama
"pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang
berbeda.
Sedangkan pengertian pemimpin ini
berbeda pula dengan istilah kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kemampuan
untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai
tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan
merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang
memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan
cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat
dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya
tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja,
tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan
organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga
mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.Apabila menurut saya, kepemimpinan ini harus dimiliki
oleh setiap pemimpin untuk memimpin seluruh anggotanya. Pemimpin bukan hanya
menjadi atasan akan tetapi juga bertugas dan berkewajiban untuk mengayomi staf
anggotanya.
Sebagai seorang pemimpin harus
memiliki kemampuan dan keterampilan yang hebat untuk untuk memberikan inspirasi
dan juga motivasi kepada anggotanyanya. Dengan memberikan motivasi dan juga
inspirasi kepada anggotanya maka mereka akan menjadi bersemangat dengan
perubahan yang baru. Hal ini membuat setiap anggota menyadari bahwa dengan
adanya perubahan itu menjadi sangat penting untuk mengubah hal – hal yang lama
menjadi hal – hal yang baru sesuai dengan tuntutan zaman.
Seorang pemimpin harus bisa mengajak
dan menggandeng setiap hati dan pikiran untuk berpikir dan bertindak agar lebih
semangat demi meningkatkan semua potensi dalam organisasinya. Potensi ini akan
berjalan dengan maksimal dengan cara mengubah hal – hal yang sifatnya
menghambat menjadi lebih maju dalam organisasi.
Pola berpikir yang lebih sederhana akan
mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat
diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin
dan pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam
solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan
pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah
ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk
menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana
menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan
bermanfaat.
Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik.
Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik.
Selain itu pemikiran seorang
pemimpin juga menggunakan pola pikir yang sederhana tetapi jelas sehingga dapat
menemukan sebuah inovasi – inovasi baru dalam sebuah pekerjaan. Pengertian
inovasi itu sendiri adalah proses menemukan, memperkenalkan atau
mengimplementasikan sesuatu yang baru. Konsep kebaruan ini basanya bersifat
relatif. Artinya, apa yang dianggap baru oleh seorang pemimpin bisa saja
merupakan sesuatu yang lama bagi orang lain. Inovasi ini berkaitan dnegan
ide-ide baru yang bermanfaat. Sifat baru dari inovasi tidak akan berarti apa
–apa jika tidak diikuti dengan nilai kemanfaatan yang ada.
Dengan adanya inovasi maka tidak
akan lengkap apabila tidak disertai dengan kretivitas seorang pemimpin.
Kreatifitas menunjukkan bahwa ketika suatu lingkungan kerja yang menfasilitasi
ide, berbagi pengetahuan dan pemecahannya, anggota dalam organisasi maka akan
lebih mungkin untuk menghasilkan ide – ide yang kreatif. Menurut saya,
kreatifitas itu sendiri wajib dimiliki oleh seorang pemimpin karena hal ini
dapat mementukan keberhasilah suatu organisasi. Kreatifitas yang saya maksud
ini adalah ide – ide segar yang keluar dari pemimpin itu sendiri.
Seorang pemimpin harus bisa menuntun
dan membimbing anggotanya untuk ikut melakukan tindakan – tindakan yang
membantu organisasi. Tindakan ini berfokus pada peningkatan kinerja dan
kemampuan untuk mengatasi perubahan yang tidak pasti bagaimana keadaanya.
Dengan demikian maka seorang pemimpin harus memiliki suatu kreatifitas,
inovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu yang tidak kalah
pentingnya juga adalah seorang pemimpin harus memiliki pola pikir yang cerdas
sehingga dapat menemuka ide –ide baru yang segar agar dapat mencapai suatu
perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.
REFERENSI
Ulum, M Chazienul. 2012. Leadership Dinamika Teori Pendekatan dan Isu Strategis Kepemimpinan di Sektor Publik. Malang:
Universitas Brawijaya Press.